BERANDA.CO, Samarinda – Keseriusan dalam mencetak lulusan siap kerja kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri otomotif. Di SMKN 19 Samarinda, pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) menjadi lebih dari sekadar ujian akhir bagi siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor. Kegiatan ini menjadi ruang pembuktian kemampuan sekaligus pintu awal menuju dunia kerja profesional.
Melalui penguatan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda, Astra Motor Kalimantan Timur 2 kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Pelaksanaan UKK yang berlangsung pada April lalu itu dipusatkan di bengkel TSM SMK Negeri 19 Samarinda.
Suasana bengkel sekolah tampak berbeda dari biasanya. Deretan alat praktik, motor uji, hingga lembar penilaian menjadi saksi keseriusan para siswa menjalani tahapan kompetensi yang dirancang sesuai standar industri otomotif Honda.
Dalam pelaksanaannya, Astra Motor Kalimantan Timur 2 turut hadir melakukan verifikasi sarana dan prasarana ujian melalui tim Technical Training Main Dealer. Keterlibatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh proses UKK berjalan sesuai standar kompetensi yang diterapkan oleh PT Astra Honda Motor.
Dengan hadirnya pihak industri sebagai tim verifikator, UKK tidak lagi dipandang sebagai formalitas akademik semata. Lebih dari itu, proses ini menjadi bentuk validasi langsung dari dunia industri terhadap kualitas kompetensi siswa SMK.
Ignatius Nindyatama menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan nyata perusahaan terhadap penguatan pendidikan vokasi.
“Pelaksanaan UKK ini menjadi wujud nyata kami, Astra Motor Kalimantan Timur 2 bersama SMK Mitra Binaan untuk terus bersinergi dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di Industri dan Dunia Kerja,” ungkap Nindya.
Seluruh materi yang diujikan telah disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja. Para siswa menjalani praktik mulai dari perawatan berkala, diagnosa kerusakan, hingga perbaikan sistem kelistrikan dan mesin sesuai Standard Operating Procedure (SOP) bengkel resmi Honda.
Pendekatan seperti ini dinilai penting agar lulusan SMK tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Kepala SMK Negeri 19 Samarinda, Fajri Syamsirani, menyebut pelaksanaan UKK tersebut sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung program “SMK Bisa, SMK Hebat”.
Dengan keterlibatan langsung praktisi industri, sekolah berharap lulusan SMKN 19 Samarinda mampu memiliki daya saing tinggi dan lebih siap terserap di dunia kerja, khususnya industri otomotif nasional.
Hingga penutupan kegiatan, seluruh rangkaian UKK berlangsung tertib dan lancar. Bagi para siswa, ujian ini bukan sekadar penilaian akhir, melainkan langkah awal untuk memasuki dunia profesional dengan bekal keterampilan yang telah teruji.
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, sinergi antara sekolah dan industri seperti ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap berkembang. (red)
