BERANDA.CO — Ketua Pengurus Daerah Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Kalimantan Timur (Kaltim), Tommy Simanjuntak, mengungkap langkah organisasinya membantu korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
SATRIA Kaltim saat ini mulai melakukan penggalangan dana secara internal sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan setelah proses pengumpulan dana selesai.
Tommy menyampaikan rasa duka atas bencana gempa yang mengguncang wilayah NTT. Ia mengatakan SATRIA Kaltim berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana tersebut.
“Saya selaku Ketua SATRIA Kalimantan Timur, yang pertama mengucapkan turut berduka atas adanya kejadian gempa yang menimpa di Nusa Tenggara Timur,” kata Tommy.
Ia menyebut SATRIA Kaltim, sebagai bagian dari organisasi yang berada di lingkungan Partai Gerindra, telah mulai menjalankan upaya pengumpulan bantuan.
Menurutnya, penggalangan dana menjadi langkah awal yang dapat dilakukan organisasi untuk membantu masyarakat terdampak.
“Kami menyatakan ikut turut membantu karena kami ada beberapa yang sudah kami jalankan, termasuk pengumpulan dana dan kita akan segera kirimkan dana tersebut sebagai salah satu kemampuan kami,” ujarnya.
Galang Dana Secara Internal
Tommy menjelaskan, pengumpulan dana untuk sementara difokuskan di lingkungan internal SATRIA Kaltim.
Langkah tersebut dipilih karena bencana masih tergolong baru sehingga organisasi masih memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak.
“Kurang lebih seperti yang teman-teman biasa jalankan. Kita ada pengumpulan, yang pertama pengumpulan dana, terutama yang kami usahakan adalah pengumpulan dana dalam internal,” jelasnya.
Ia belum memastikan besaran dana yang nantinya akan dikirimkan ke NTT. Hingga saat ini, proses pengumpulan masih berlangsung.
Pertimbangkan Buka Posko Bantuan
Selain penggalangan dana, SATRIA Kaltim juga membuka kemungkinan untuk mendirikan posko penerimaan bantuan bencana.
Namun, keputusan tersebut masih akan melihat perkembangan kondisi di lapangan serta situasi setelah gempa.
Tommy mengatakan pembukaan posko menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan apabila kondisi memungkinkan.
“Nanti kita lihat sikonnya apakah memungkinkan nanti untuk membuka posko-posko penerimaan bantuan bencana,” ujarnya.
Di sisi lain, koordinasi dengan jajaran SATRIA di NTT juga mulai dilakukan. Keberadaan kepengurusan SATRIA di daerah terdampak dinilai dapat membantu proses komunikasi dan pemantauan situasi.
Menurut Tommy, koordinasi antarpengurus tersebut penting agar bantuan yang disiapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Di sana juga kita ada kepengurusan SATRIA, NTT juga ada, ikut kami saling berkoordinasi,” pungkasnya.
