Home BERITA KALTIM Swargabara Merdeka Fest 2026 Dibuka, 35 Stan UMKM Ramaikan Perayaan

Swargabara Merdeka Fest 2026 Dibuka, 35 Stan UMKM Ramaikan Perayaan

0
Swargabara Merdeka Fest 2026 resmi dibuka dengan 35 stan UMKM, pertunjukan Tari 12 Etnis, hiburan rakyat, dan kreativitas warga. (FotO; Alw)

BERANDA.CO – Swargabara Merdeka Fest 2026 resmi dibuka di Lapangan Kabo Jaya, Senin malam (17/8/2026). Festival dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menghadirkan puluhan pelaku UMKM, pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, hingga keterlibatan pemuda dan mahasiswa.

Sebanyak 35 stan meramaikan kegiatan tersebut dengan beragam produk lokal. Selain kuliner, pengunjung dapat menemukan hasil kelompok tani, kerajinan batik khas Swargabara, hingga telur segar dari peternakan ayam petelur milik warga.

Penyelenggaraan festival melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemuda desa, mahasiswa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, hingga elemen masyarakat turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan.

Ketua Panitia Swargabara Merdeka Fest 2026, Sakriadi Aldhy, mengatakan salah satu hal yang membedakan festival tersebut adalah keterlibatan langsung sumber daya lokal dalam pengelolaannya.

Mahasiswa KKN 52 Universitas Mulawarman dan KKN 15 STIE Nusantara Sangatta turut bekerja bersama pemuda desa dengan pendampingan Pokdarwis Swargabara.

“Baru kali ini ada event semegah ini yang murni dikelola panitia dari kalangan pemuda serta mahasiswa KKN 52 Universitas Mulawarman dan KKN 15 STIE Nusantara Sangatta, didampingi Pokdarwis Swargabara,” ujar Aldhy.

30 Lapak UMKM Penuh dalam Sehari

Antusiasme pelaku usaha terlihat sejak pembukaan pendaftaran tenant. Sebanyak 30 lapak yang disediakan khusus bagi UMKM lokal Swargabara langsung terpenuhi dalam waktu satu hari.

Menurut Aldhy, tingginya minat tersebut menunjukkan kebutuhan pelaku usaha terhadap ruang promosi yang mampu mempertemukan produk lokal dengan masyarakat secara langsung.

Dukungan terhadap festival juga datang dari berbagai pihak, mulai dari BPD, PKK, media partner, perusahaan, hingga sejumlah badan usaha.

Kepala Desa Swargabara, Wahyuddin Usman, yang membuka festival secara resmi mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan dalam memperingati kemerdekaan.

Festival juga diharapkan memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha lokal.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kami di Pemerintah Desa Swargabara berkomitmen tidak hanya memberikan pelatihan dan alat, tetapi juga menyediakan ruang promosi seperti malam ini,” tegas Wahyuddin.

Menurutnya, penggunaan anggaran publik dalam pelaksanaan kegiatan harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan festival, kata dia, dapat dilihat dari pergerakan ekonomi dan peningkatan pendapatan para pelaku UMKM.

Pemerintah Desa Swargabara juga mendorong pelaku usaha agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dengan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran.

Selain itu, pelaku UMKM didorong untuk melengkapi legalitas usaha, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB.

Tari 12 Etnis hingga Hiburan Rakyat

Pembukaan Swargabara Merdeka Fest 2026 turut menampilkan keberagaman budaya melalui pertunjukan Tari 12 Etnis.

Penampilan tersebut menghadirkan berbagai warna budaya Nusantara dalam satu panggung dan menjadi gambaran keberagaman masyarakat Swargabara yang hidup berdampingan.

Selain pertunjukan seni, suasana festival semakin meriah melalui penampilan komedian Mas Kukuh dalam sesi stand up comedy.

Hiburan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Adly Koplo Superstar dan grup musik Sunday At Nine yang menutup malam pembukaan.

Sebelum acara seremoni dimulai, pemerintah desa dan panitia juga melakukan peninjauan ke sejumlah lapak UMKM yang telah dibuka sejak sore.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, rangkaian pembukaan festival berlangsung tertib.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Swargabara turut menyerahkan Swarga Bara Award 2026 kepada sejumlah pihak yang dinilai memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan desa.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version