BERANDA.CO, Samarinda — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap target pembangunan 100.000 unit rumah yang digagas Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XII di Hotel Harris Samarinda, beberapa waktu lalu.
Seno Aji menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah di seluruh Indonesia.
“Musda ini bertekad membangun 100.000 rumah di Kalimantan Timur dalam lima tahun. Artinya setiap tahun REI Kaltim akan membangun sekitar 20.000 unit. Target ini juga bagian dari program Pak Prabowo dalam Asta Cita,” ujar Seno Aji.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap memberikan dukungan penuh, termasuk kemudahan dalam proses administrasi dan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Kami memberikan fasilitas gratis untuk administrasi rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun ini ada sekitar 1.000 orang yang difasilitasi, dan tahun depan akan meningkat menjadi 2.000 orang,” terangnya.
Musda kali ini mengambil tema “Mendorong tercapainya pembangunan 100.000 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah di Kalimantan Timur”, turut hadir Ketua Umum DPP REI Joko Suranto, Ketua DPD REI Kaltim periode sebelumnya Bagus Susetyo, serta jajaran pengurus REI dari berbagai daerah.
Sementara itu Ketua DPD REI Kalimantan Timur terpilih, Wahyudi, memaparkan strategi untuk mewujudkan 100.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kalimantan Timur.
Langkah ini menjadi prioritas utama kepengurusannya pasca-terpilih dalam musyawarah daerah REI Kaltim yang digelar di Hotel Harris Samarinda.
Menurut Wahyudi, tahapan awal dari strategi besar tersebut dimulai dengan pemetaan lahan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
“Kita yang pertama, kita pemetaan lahan dulu. Ketika kita petakan, kita tahu di situ berapa potensi yang ada dan bisa dibeli oleh para developer,” ujar Wahyudi saat dijumpai di lantai 5 Hotel Harris Samarinda.
Selain itu, Wahyudi menekankan pentingnya pembenahan regulasi dan perizinan agar target besar ini dapat berjalan lancar.
“Ketika suatu target besar akan dicapai, maka regulasi kerjanya sangat penting. Kita tahu sendiri ada beberapa regulasi yang sulit berjalan di tempat kita. Karena itu, kita perlu dukungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pihak penyuplai bahan bangunan,” jelasnya.
Ia menambahkan, target 100.000 rumah sejalan dengan program pemerintah provinsi Kaltim untuk meningkatkan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, baik antara pemerintah, developer lama, maupun pengembang muda yang akan bermunculan dalam tiga tahun ke depan.
Wahyudi berharap, melalui sinergi dan percepatan penyelesaian regulasi seperti BPHTB dan perizinan lainnya, sektor properti di Kalimantan Timur bisa tumbuh lebih cepat dan mampu menjawab kebutuhan perumahan rakyat.
“Kita optimis. Anak muda harus optimis. Tapi dengan catatan, semua harus bersama-sama. Tidak akan ada hasil tanpa kebersamaan antara developer lama dan yang baru,” tandas Direktur Utama PT Berlian Land ini. (red)
