BERANDA.CO, Balikpapan – Provinsi Kalimantan Timur, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Kaltim), menyelenggarakan acara Rembuk Pendidikan Kaltim Tahun 2023 dengan tujuan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kepala Disdikbud Kaltim, M Kurniawan, menjelaskan bahwa Rembuk Pendidikan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan misi pendidikan dan kebudayaan di Kaltim, dengan fokus utama membentuk generasi yang memiliki karakter kuat untuk masa depan yang lebih baik dan berkontribusi pada kemajuan Indonesia.
Kegiatan ini bertema “Pendidikan untuk Akselerasi Transformasi Peradaban Masyarakat Kaltim Menuju Indonesia Emas 2045” dan bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan publik dalam mendukung pendidikan dan kebudayaan yang berkualitas, relevan, dan inklusif.
Kurniawan menekankan pentingnya sinergi di antara semua pemangku kepentingan dalam pendidikan dan kebudayaan di Kaltim untuk merumuskan strategi guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan di provinsi ini. Dia juga merujuk pada beberapa landasan hukum, termasuk peraturan pemerintah dan undang-undang terkait pendidikan.
“Kami berharap melalui Rembuk Pendidikan ini, dapat dirumuskan rencana aksi konkret untuk membangun jaringan kerja yang kuat dan mempromosikan kerjasama yang konstruktif dalam upaya meningkatkan pendidikan di seluruh Kaltim,” tambah Kurniawan.
Acara ini juga diharapkan dapat memberikan masukan dan saran bagi pemerintah provinsi dalam menyusun kebijakan dan program pendidikan serta kebudayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, yang membuka acara Rembuk Pendidikan secara virtual, mengapresiasi inisiatif Disdikbud Kaltim dalam menyelenggarakan acara ini. Dia menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan pendidikan dan kebudayaan di Kalimantan Timur.
Rembuk Pendidikan Kaltim yang berlangsung pada tanggal 27 hingga 28 Oktober diikuti oleh 140 peserta, termasuk kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten/kota, kepala sekolah, guru, dosen, mahasiswa, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta pihak swasta yang terlibat dalam sektor pendidikan dan kebudayaan di Kaltim. (adv)


