BERANDA.CO – Ramadhipa datang ke MotorLand Aragón dengan satu misi besar yakni terus mengejar papan atas Moto3 Junior World Championship 2026. Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut akan menghadapi putaran keenam pada 25–27 September 2026 dengan modal 80 poin dan posisi kelima klasemen sementara.
Dua balapan di Aragón menjadi kesempatan penting bagi Ramadhipa. Masih tersedia 50 poin yang bisa diperebutkan dari dua race, sehingga setiap lap akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki posisinya di klasemen.
Pebalap 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta, itu tidak datang tanpa bekal. Sepanjang musim ini, Ramadhipa telah menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di barisan depan. Ia berhasil merebut podium ketiga di Barcelona dan mencatat kemenangan di Estoril.
Performa tersebut menjadi modal kepercayaan diri sebelum kembali turun bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team.
Namun, perjalanan menuju papan atas tentu tidak mudah. Persaingan di kelas ini berlangsung ketat dan setiap poin menjadi sangat berarti.
Dari Posisi ke-12, Ramadhipa Bangkit
Gambaran perjuangan tersebut terlihat pada putaran sebelumnya di Valencia.
Ramadhipa harus memulai dua balapan dari posisi ke-12 setelah mengalami insiden pada sesi kualifikasi. Situasi itu membuat pekerjaannya menjadi lebih berat sejak awal.
Meski demikian, ia perlahan mampu memperbaiki posisi.
Pada race pertama, Ramadhipa finis di urutan ke-10. Hasil yang lebih baik kemudian diraih pada race kedua ketika ia berhasil menembus posisi keenam.
Tidak berhenti sampai di sana, Ramadhipa juga mencatatkan fastest lap pertamanya di Moto3 Junior dengan waktu 1 menit 38,797 detik.
Catatan tersebut sekaligus membuatnya menjadi pebalap Honda dengan hasil terbaik pada balapan kedua di Valencia.
Tambahan 16 poin dari Valencia membuat koleksi Ramadhipa menjadi 80 poin. Ia kini berada di posisi kelima klasemen sementara, terpaut 21 poin dari Giulio Pugliese dan Travis Borg yang menempati posisi ketiga dan keempat.
Kini, kesempatan berikutnya datang di Aragón.
”Saya 100 persen siap menghadapi putaran keenam di MotorLand Aragón ini. Setelah menyelesaikan musim Red Bull Rookies Cup, sekarang saya bisa fokus sepenuhnya ke MotoJunior. Beberapa balapan terakhir memang cukup sulit bagi saya, tetapi kami sangat siap bersaing. Saya datang ke Spanyol dengan target untuk terus berjuang hingga akhir, pantang menyerah dan meraih poin sebanyak mungkin,” ujar Ramadhipa.
Aragón Bukan Tempat Asing
Ada alasan lain yang membuat Ramadhipa cukup mengenal tantangan di MotorLand Aragón.
Pebalap muda tersebut pernah berlaga di sirkuit ini pada musim sebelumnya. Dalam ajang European Talent Cup, Ramadhipa mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam meski harus menjalani Long Lap Penalty.
Pengalamannya di Aragón juga bertambah melalui keikutsertaan dalam Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Kini, ia kembali ke sirkuit yang sama dengan pengalaman yang lebih matang dan membawa motor dari kelas yang lebih tinggi.
Musim 2026 sendiri menjadi tahun pertama Ramadhipa di Moto3 Junior World Championship. Sebelumnya, ia menuntaskan musim European Talent Cup 2025 di posisi kelima dengan catatan dua kemenangan.
Pengalaman dari berbagai ajang tersebut menjadi bagian dari proses panjang Ramadhipa dalam beradaptasi dengan persaingan balap internasional.
Dua Balapan, 50 Poin Diperebutkan
Putaran keenam Moto3 Junior World Championship 2026 akan dimulai pada Jumat (25/9) dengan rangkaian awal kegiatan di MotorLand Aragón.
Sesi latihan dan kualifikasi kemudian berlangsung pada Sabtu (26/9), sebelum dua balapan digelar pada Minggu (27/9).
Masing-masing race akan berlangsung sebanyak 13 lap. Balapan pertama dijadwalkan mulai pukul 11.00 waktu setempat, sedangkan race kedua berlangsung pukul 14.00 waktu setempat.
Dua balapan tersebut menyimpan total 50 poin yang dapat diperebutkan.
Bagi Ramadhipa, angka itu bukan sekadar tambahan dalam klasemen. Setiap poin akan menjadi bagian dari perjuangannya untuk memperpendek jarak dengan para pebalap di atasnya.
Setelah melewati Barcelona, Estoril hingga Valencia, kini Aragón menjadi panggung berikutnya.
Dan dengan pengalaman yang sudah dimilikinya di sirkuit tersebut, Ramadhipa kembali membawa satu modal utama, pantang menyerah sampai lap terakhir.
