Home BPBD KALTIM Peringatan Terkait Hotspot di Kaltim, Potensi Kebakaran Hutan dan Upaya Pencegahannya

Peringatan Terkait Hotspot di Kaltim, Potensi Kebakaran Hutan dan Upaya Pencegahannya

0

BERANDA.CO, Samarinda – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim), Agus Tianur, melalui Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), Cahyo Kristanto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 263 titik hotspot di Kaltim. Dari jumlah tersebut, ada 6 titik hotspot yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kutai Barat.

“Di Kabupaten Berau, terdapat 4 titik hotspot, yaitu di Kecamatan Segah dengan 2 titik, Desa Teluk Semanting Pulau Derawan, dan Biduk-Biduk. Di Kutai Timur, hotspot terdeteksi di Kecamatan Rantau Pulung, sementara di Kutai Barat, terdapat di Muara Pahu,” ungkap Cahyo, Hal ini menjadi perhatian serius karena risiko kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan.

Selain hotspot berpotensi kebakaran, ada juga 249 titik hotspot dengan kategori medium yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim. “Kabupaten Paser memiliki jumlah titik hotspot kategori medium yang lebih dominan dibanding wilayah lainnya,” tambah Cahyo.

Meskipun beberapa wilayah Kaltim mengalami hujan belakangan ini, kondisi curah hujan tidak merata. Wilayah Mahulu, khususnya di Long Apari, Kecamatan yang berada di ujung wilayah utara, dan sebagian wilayah utara serta Kutai Barat, memiliki curah hujan yang lebih rendah. Oleh karena itu, titik hotspot kategori medium tetap perlu diawasi dengan ketat untuk mencegah potensi kebakaran yang dapat terjadi.

Cahyo menekankan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan dini terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kaltim. Semua pihak diharapkan untuk tetap waspada dan berpartisipasi dalam menjaga lingkungan serta menghindari praktik-praktik yang dapat memicu bencana kebakaran hutan dan lahan. Dalam situasi seperti ini, kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait adalah kunci untuk mengurangi risiko dampak negatif dari kebakaran hutan. (adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version