BERANDA.CO, Samarinda – Jasniansyah, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjelaskan bahwa Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dianggap sebagai program inti yang harus diselenggarakan oleh sekolah. Dalam upaya menyampaikan arahan ini, sebanyak 492 perwakilan dari berbagai SMA, termasuk sekolah negeri dan swasta, diundang untuk mendengarkan secara langsung.
Oleh karenanya Disdikbud Kaltim mengambil langkah proaktif dengan mendorong pembentukan Satgas PPKS di semua SMA di Kaltim. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan pendidikan di Benua Etam.
Menurut Jasni, pembentukan Satgas PPKS dan perbaikan ‘rapot merah’ di sekolah harus mendapatkan respons yang serius. Inisiatif ini dilihat sebagai langkah penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, dan fokus utama saat ini adalah memperbaiki penilaian dalam rapot pendidikan.
“Kami berfokus pada perbaikan penilaian dalam rapot pendidikan. Pembentukan Satgas PPKS menjadi dasar bagi kelancaran proses pembelajaran yang lebih aman,” tegas Jasni.
Jasni juga menyampaikan rencana dan motivasi untuk menyesuaikan program di cabang dinas guna memastikan koordinasi yang efektif. Sebagai bagian dari rencana peningkatan tahun 2024, Disdikbud Kaltim berkomitmen untuk mengevaluasi pencapaian selama 2023, khususnya di jenjang SMA. Pembenahan dan revitalisasi struktur cabang dinas serta pengembangan kurikulum menjadi fokus upaya menuju peningkatan pendidikan yang holistik.
“Kami berupaya merevitalisasi struktur cabang dinas guna memastikan koordinasi yang efektif serta perlu adanya pengembangan kurikulum,” tandasnya. (adv)
