BERANDA.CO – Sepeda motor yang lebih sering terparkir di garasi bukan berarti terbebas dari risiko kerusakan. Meski jarang digunakan, sejumlah komponen tetap bisa mengalami penurunan kondisi apabila tidak mendapatkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala.
Kondisi tersebut bisa terjadi pada aki, ban, sistem kelistrikan, hingga komponen yang membutuhkan pelumasan. Akibatnya, performa kendaraan berpotensi terganggu ketika kembali digunakan setelah lama terparkir.
Karena itu, Astra Motor Kalimantan Timur 2 selaku Main Dealer sepeda motor Honda mengingatkan konsumen agar tetap memperhatikan kondisi kendaraan, sekalipun motor tidak digunakan setiap hari.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Nindyatama, menjelaskan bahwa kendaraan yang terlalu lama tidak digunakan dapat mengalami penurunan kondisi pada sejumlah komponen penting.
“Motor yang sering tak digunakan dalam waktu lama, bisa membuat beberapa komponen mengalami penurunan kondisi, terutama aki, ban, sistem kelistrikan, serta komponen yang berkaitan dengan pelumasan,” ungkap Nindyatama.
Agar sepeda motor tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kembali, berikut enam hal yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan.
1. Periksa kondisi aki
Aki menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian ketika sepeda motor lama tidak digunakan. Pada motor modern, aki tidak hanya berfungsi untuk menghidupkan mesin melalui starter, tetapi juga mendukung berbagai sistem kelistrikan.
Ketika kendaraan terlalu lama terparkir, daya aki dapat berkurang. Jika motor akan disimpan dalam waktu lama, pemilik dapat melepas terminal negatif (-) aki untuk membantu mencegah kehilangan daya.
Namun, pengisian ulang aki juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Hindari penggunaan charger baterai tipe otomotif atau automobile yang tidak sesuai karena berpotensi menimbulkan panas berlebih dan merusak aki.
2. Pastikan tekanan dan kondisi ban
Ban juga perlu diperiksa sebelum motor kembali digunakan. Kendaraan yang lama terparkir dapat mengalami perubahan tekanan angin, sehingga pemilik perlu memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
Jangan hanya memperhatikan tekanan angin. Periksa pula seluruh permukaan ban untuk memastikan tidak terdapat retakan, benjolan, maupun benda asing yang menancap.
Pemeriksaan ini penting untuk membantu menjaga kestabilan dan keselamatan saat berkendara.
3. Jangan menunda penggantian oli
Meski sepeda motor jarang digunakan, penggantian oli mesin tetap perlu mengikuti jadwal perawatan yang ditentukan pabrikan.
Dalam panduan yang disampaikan Astra Motor Kalimantan Timur 2, penggantian oli direkomendasikan setiap 4.000 kilometer atau empat bulan, maupun 6.000 kilometer atau enam bulan, sesuai ketentuan yang berlaku pada model kendaraan.
Artinya, jarak tempuh yang belum bertambah bukan alasan untuk menunda penggantian oli tanpa batas waktu.
Pemilik juga perlu memperhatikan kondisi cairan lain, seperti coolant dan minyak rem. Pemeriksaan serta penggantiannya harus mengikuti interval servis yang tercantum dalam Buku Pedoman Pemilik dan Servis Garansi.
4. Periksa rantai dan komponen berbahan chrome
Bagi sepeda motor yang menggunakan rantai, pemeriksaan kondisi dan tingkat kekencangannya perlu dilakukan sebelum kendaraan kembali dipakai.
Bersihkan kotoran yang menempel dan berikan pelumas rantai sesuai kebutuhan. Langkah ini membantu menjaga kinerja rantai sekaligus mengurangi risiko keausan.
Sementara itu, apabila motor akan disimpan dalam waktu lama, komponen berbahan chrome perlu mendapat perhatian agar tidak mudah mengalami korosi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan lapisan pelindung antikarat yang sesuai.
5. Pastikan sistem pengereman berfungsi normal
Jangan langsung membawa motor keluar garasi setelah lama tidak digunakan. Periksa terlebih dahulu kondisi dan kinerja sistem pengereman.
Pastikan respons tuas rem terasa normal serta tidak terdapat kebocoran minyak rem. Jika tuas terasa terlalu dalam, muncul bunyi tidak wajar, atau kemampuan pengereman terasa berbeda, sebaiknya kendaraan diperiksa sebelum kembali digunakan.
Sistem pengereman merupakan komponen penting yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengendara.
6. Lakukan pemeriksaan sebelum berkendara
Sebelum kembali menggunakan sepeda motor, lakukan pemeriksaan sederhana terhadap beberapa bagian kendaraan.
Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi, rem berfungsi normal, lampu utama dan lampu sein menyala, serta klakson bekerja dengan baik. Periksa pula kemampuan aki untuk menghidupkan mesin, kemungkinan kebocoran cairan, dan kondisi fisik ban maupun kabel.
Pemeriksaan singkat ini dapat membantu pemilik menemukan potensi masalah lebih awal sebelum kendaraan digunakan di jalan raya.
Nindyatama mengingatkan, menyalakan sepeda motor sesekali belum cukup untuk memastikan seluruh komponennya tetap terawat. Pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan, terutama jika kendaraan sudah lama tidak digunakan.
“Perlu diingat bahwa menyalakan motor sesekali bukan berarti tidak merawat motor sama sekali. Sepeda motor yang jarang digunakan pun perlu untuk dicek kondisi dan komponennya agar benar-benar berada dalam kondisi baik. Periksalah motor anda yang sudah lama tidak digunakan dicek dan dirawat dengan tepat di jaringan AHASS kami yang telah tersedia,” tambah Nindyatama.
Melalui perawatan berkala dan pemeriksaan sebelum berkendara, pemilik diharapkan dapat menjaga kondisi sepeda motor tetap optimal. Dengan begitu, kendaraan lebih siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
(red)
