Home ASTRA MOTOR KALTIM Kabut Asap Makin Pekat? Pengendara Motor Diminta Jangan Nekat

Kabut Asap Makin Pekat? Pengendara Motor Diminta Jangan Nekat

0
Kabut asap mengganggu jarak pandang pengendara. (Foto: Esti)

BERANDA.CO – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Samarinda tak hanya membuat kualitas udara menurun. Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut juga menjadi ancaman karena jarak pandang dapat berkurang dan konsentrasi saat berkendara ikut terganggu.

Dalam kondisi seperti ini, keselamatan sebaiknya menjadi prioritas utama. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda keberangkatan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan paling tepat.

Namun, bagi pengendara yang tetap harus melakukan perjalanan di tengah kondisi berasap, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar risiko selama berkendara dapat ditekan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Derexius Julio Korompis, mengingatkan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri ketika kondisi jalan mulai tertutup asap.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Julio.

Menurutnya, pengendara perlu memprediksi potensi bahaya sedini mungkin. Dengan begitu, pengendara memiliki waktu yang cukup untuk melakukan antisipasi ketika kondisi di jalan berubah.

1. Persiapkan Diri dan Kendaraan

Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap. Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi wajah dan mata dari paparan asap maupun partikel debu.

Pengendara juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan untuk membantu mengurangi risiko iritasi pada mata akibat paparan langsung.

Kondisi visor helm juga tidak boleh luput dari perhatian. Debu dan partikel yang menempel sebaiknya dibersihkan dengan cara yang tepat karena pembersihan secara sembarangan berpotensi menggores permukaan visor dan justru mengganggu pandangan.

Tak hanya pengendara, kondisi sepeda motor juga perlu dipastikan siap digunakan. Periksa tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, hingga kondisi mesin.

Komponen kendaraan yang berkaitan dengan sistem penyaring udara juga perlu diperhatikan. Paparan asap dan debu dapat membuat bagian tersebut lebih cepat kotor sehingga berpotensi memengaruhi kinerja kendaraan.

2. Kurangi Kecepatan, Jangan Terlalu Dekat

Jarak pandang yang terganggu asap membuat pengendara membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengenali kondisi di depan.

Karena itu, kecepatan perlu dikurangi. Pengendara juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya agar memiliki ruang yang cukup ketika harus melakukan pengereman atau menghindari potensi bahaya.

Kondisi jalan juga harus diperhatikan. Asap yang bercampur dengan air dapat membuat permukaan jalan lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.

Hindari manuver secara tiba-tiba. Kendalikan sepeda motor dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan.

3. Jangan Memaksakan Diri Saat Asap Makin Pekat

Ini menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Ketika kabut asap semakin tebal hingga jarak pandang sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan.

Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, tetap jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari lokasi yang aman untuk menepi.

Pengendara juga sebaiknya tetap menutup visor helm ketika kondisi asap masih pekat untuk mengurangi paparan langsung terhadap mata dan wajah.

Memaksakan perjalanan dalam kondisi jarak pandang yang buruk justru dapat meningkatkan risiko karena keberadaan kendaraan, pejalan kaki, lubang, maupun objek lain di depan menjadi lebih sulit terlihat.

4. Jangan Lupakan Kondisi Motor Setelah Perjalanan

Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti ketika sepeda motor sudah sampai di tujuan.

Setelah digunakan dalam kondisi berasap dan berdebu, sejumlah komponen perlu diperiksa. Di antaranya filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.

Jika ditemukan penurunan performa atau kondisi kendaraan terasa berbeda setelah digunakan dalam kondisi tersebut, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Pada akhirnya, menghadapi kabut asap bukan soal siapa yang paling cepat sampai tujuan. Keselamatan pengendara tetap menjadi prioritas.

Jika kondisi memungkinkan, perjalanan dapat dilakukan dengan perlengkapan yang lebih lengkap, kecepatan lebih rendah, jarak aman lebih panjang, serta kewaspadaan yang lebih tinggi.

Tetapi ketika jarak pandang sudah terlalu terbatas, menepi dan menunggu kondisi membaik adalah keputusan yang jauh lebih aman daripada memaksakan perjalanan.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version