BERANDA.CO – Kabut asap saat ini menjadi perhatian bagi pengendara sepeda motor yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. Ketika jarak pandang menurun, perjalanan yang biasanya terasa biasa saja bisa berubah menjadi lebih berisiko.
Kondisi cuaca panas yang terjadi bersamaan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan.
Bukan hanya soal kemampuan melihat kendaraan di depan. Asap yang semakin pekat juga dapat menyulitkan pengendara mengenali kondisi permukaan jalan maupun situasi lalu lintas di sekitarnya.
Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Kalimantan Timur 2 melalui Instruktur Safety Riding Main Dealer mengingatkan pengguna sepeda motor untuk menerapkan teknik berkendara yang sesuai dengan kampanye #Cari_Aman.
Asap Tebal Bikin Jalan Sulit Diprediksi
Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Derexius Julio Korompis, mengatakan kondisi asap perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang masih harus menggunakan kendaraan roda dua.
“Mengantisipasi kondisi jalan raya atas kepungan asap yang sedang melanda Kaltim, warga Samarinda dan sekitarnya perlu untuk memperhatikan teknik berkendara yang baik dan benar,” ungkapnya.
Derexius menjelaskan, penurunan jarak pandang menjadi salah satu risiko utama ketika pengendara berhadapan dengan kepungan asap.
“Hal ini disebabkan karena kepungan asap dapat mengurangi jarak pandang. Dan jika asap semakin menebal, kabut asap akan sulit untuk ditembus oleh lampu biasa,” tambanya.
Karena itu, pengendara tidak cukup hanya mengandalkan lampu kendaraan. Persiapan sebelum perjalanan, kondisi sepeda motor, kondisi fisik, hingga cara menjaga jarak menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
9 Tips #Cari_Aman Saat Berkendara di Tengah Asap
1. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap
Perlengkapan keselamatan tetap menjadi perlindungan dasar bagi pengendara. Gunakan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu ketika melakukan perjalanan.
Jangan menganggap perlengkapan tersebut hanya diperlukan ketika melakukan perjalanan jauh. Dalam kondisi jalan yang dipenuhi asap, perlindungan tubuh tetap penting.
2. Rencanakan Rute Sebelum Berangkat
Sebelum memutar gas, luangkan waktu untuk mengetahui kondisi rute yang akan dilewati.
Pengendara yang hendak melakukan perjalanan jauh disarankan mengamati peta dan menentukan jalur perjalanan terlebih dahulu. Langkah ini dapat membantu mengantisipasi ruas jalan yang berpotensi mengalami gangguan jarak pandang.
3. Nyalakan Lampu Utama, Hindari Lampu Jauh
Lampu depan sepeda motor perlu dipastikan menyala ketika berkendara dalam kondisi jarak pandang terbatas.
Namun, gunakan lampu sesuai kebutuhan dan jangan menggunakan lampu jauh secara sembarangan. Sorotan lampu jauh dapat mengganggu bahkan membahayakan pengendara lain dari arah berlawanan.
4. Beri Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan
Ketika jarak pandang berkurang, pengendara membutuhkan waktu lebih untuk merespons situasi di depan.
Karena itu, jaga jarak dengan kendaraan lain setidaknya lima detik. Jarak tersebut memberikan ruang apabila kendaraan di depan melakukan pengereman secara mendadak.
Teknologi pengereman seperti CBS atau Combi Brake System dan ABS atau Anti-Lock Brake System juga disebut dapat membantu pengendara ketika harus melakukan pengereman.
5. Jangan Memacu Motor Terlalu Kencang
Asap dan kabut dapat membuat permukaan jalan sulit terlihat secara jelas.
Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan kecepatan secara konstan dan tidak terlalu tinggi menjadi pilihan yang lebih aman. Derexius menyarankan pengendara tetap berada pada kisaran kecepatan 20-40 km/jam.
Prinsipnya sederhana: ketika pandangan terbatas, jangan memaksa kendaraan melaju seperti kondisi jalan normal.
6. Pastikan Motor Siap Jalan
Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk memeriksa kondisi sepeda motor.
Pastikan spion di kedua sisi tersedia dan berfungsi, kemudian periksa kondisi ban, rantai, sistem pengereman, kelistrikan, hingga gas.
Pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kendaraan ketika sedang berada di jalan.
7. Jangan Berkendara Jika Kondisi Fisik Tidak Prima
Kondisi tubuh pengendara juga tidak kalah penting.
Jika tubuh sedang tidak fit atau masih dalam masa pemulihan setelah mengalami demam, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk berkendara.
Tubuh yang tidak berada dalam kondisi terbaik dapat memengaruhi konsentrasi dan respons ketika menghadapi situasi di jalan.
8. Pertahankan Fokus
Berkendara di tengah lingkungan yang dipenuhi asap membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.
Pengendara perlu terus memperhatikan kondisi jalan, kendaraan lain, serta perubahan situasi di sekitarnya.
Jangan melakukan aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian selama perjalanan. Fokus menjadi salah satu kunci agar teknik berkendara aman tetap dapat diterapkan.
9. Gunakan Masker
Asap dan debu yang beterbangan juga perlu diantisipasi karena dapat masuk ke sistem pernapasan.
Penggunaan masker ketika mengendarai sepeda motor dapat membantu memberikan perlindungan dari paparan asap dan debu selama perjalanan.
Jangan Memaksakan Diri Jika Kondisi Makin Berbahaya
Sembilan langkah tersebut pada dasarnya mengingatkan pengendara untuk tidak memperlakukan kondisi jalan yang dipenuhi asap seperti situasi normal.
Jika jarak pandang semakin terbatas dan perjalanan mulai sulit dilakukan dengan aman, keputusan untuk menunda perjalanan atau mencari tempat aman untuk berhenti tetap perlu dipertimbangkan.
Derexius kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan prinsip keselamatan ketika tetap harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.
“Jangan lupa untuk menerapkan sembilan tips #Cari_Aman diatas terlebih bagi Masyarakat yang tetap beraktivitas dikala kondisi lingkungan dipadati oleh kabut asap” tutupnya.


