BERANDA.CO, Samarinda – Terpilihnya Hendri Kurniawan sebagai Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Timur membuka harapan baru bagi kolaborasi lintas sektor, termasuk dari pelaku jasa boga yang selama ini menunggu ruang lebih besar untuk tumbuh bersama industri perhotelan.
Di tengah geliat industri perhotelan dan jasa boga, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kalimantan Timur (Kaltim) Fitriyana Zoelkifli melihat peluang besar yang selama ini belum sepenuhnya dimaksimalkan yakni kolaborasi nyata antara hotel dan pelaku usaha katering lokal.
Menurut Fitriyana, hotel tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan acara, tetapi juga bisa berperan sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha jasa boga.
Ia berharap, setiap agenda atau event yang digelar di hotel dapat melibatkan anggota PPJI, baik dalam bentuk penyediaan konsumsi maupun ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
“Kalau ada acara di hotel, kami berharap pengusaha lokal bisa dilibatkan. Bisa juga disiapkan tempat khusus untuk mereka berpromosi,” tegas Fitriyana saat dihubungi.
Langkah ini dinilai tidak hanya menguntungkan pelaku usaha kecil, tetapi juga memperkaya ekosistem layanan di industri perhotelan.
Lebih jauh, Fitriyana melihat potensi besar dalam pengembangan paket layanan terpadu antara hotel dan katering.
Dalam skema ini, pelaku usaha katering yang mendapatkan pesanan—seperti acara pernikahan—dapat bekerja sama dengan hotel untuk menyediakan paket lengkap, mulai dari tempat hingga layanan tambahan lainnya.
Kolaborasi ini diyakini akan menciptakan model bisnis yang lebih efisien dan saling menguntungkan.
“Bisa saling melengkapi. Hotel menyediakan tempat, katering menyiapkan konsumsi. Jadi satu paket usaha yang kuat,” jelasnya.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, Fitriyana menekankan pentingnya membangun pola pikir kolaboratif.
Ia berharap ke depan, PPJI Kaltim dan IHGMA Kaltim dapat lebih intens berdiskusi, menyatukan visi, serta membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Bagi Fitriyana, kunci utamanya sederhana: komunikasi yang terbuka dan kemauan untuk tumbuh bersama.
“Kita perlu banyak diskusi. Bersama, kita bisa membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” tandasnya.
(Abe)
