BERANDA.CO, Samarinda – Empat pemuda pelopor yang berbakat dari Kalimantan Timur (Kaltim) telah berhasil melangkah ke tingkat nasional dalam Pemilihan Pemuda Pelopor, mewakili provinsi ini dengan inovasi mereka di berbagai bidang, seperti lingkungan, pendidikan, budaya, dan teknologi. Keempat pemuda pelopor Kaltim tahun 2023 ini diakui memiliki inspirasi dan dedikasi tinggi dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur telah menunjuk dan mendukung empat pemuda pelopor ini sebagai wakil dari provinsi dalam ajang prestisius ini. Proses seleksi yang dilalui, mulai dari tingkat kabupaten/kota, hingga tahap provinsi, merupakan perjuangan yang berat dan kompetitif, seperti yang diungkapkan oleh Rasman, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim.
Menurut Rasman, peserta yang berhasil melewati seleksi tingkat kabupaten/kota kemudian mengikuti tahap seleksi tingkat provinsi sebelum akhirnya bersaing di tingkat nasional.
“Dari seleksi itu, terpilih empat orang dari Kaltim yang akan ke Jakarta,” ucap Rasman.
Berikut adalah profil singkat dari empat peserta yang berhasil lolos ke tingkat nasional:
Reza (Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Parawisata):
Reza telah menciptakan inovasi yang luar biasa dengan mengubah kubis menjadi sumber tenaga baterai. Inisiatifnya muncul dari keprihatinan akan lingkungannya yang kesulitan akses listrik. Inovasinya bertujuan untuk mengatasi masalah ini sambil memberikan solusi ramah lingkungan.
Yurni Handayani (Bidang Pendidikan):
Yurni Handayani memiliki latar belakang yang inspiratif. Ia berasal dari lingkungan yang kurang baik, yang diwarnai oleh masalah seperti judi sabung ayam dan kenakalan remaja. Namun, Yurni telah membuktikan dirinya dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak, Taman Pendidikan Alquran, serta Pendidikan Anak Usia Dini. Upayanya ini dilakukan melalui Yayasan Cakrawala Kaki Langit untuk membantu mengubah lingkungannya.
Fabianus (Bidang Budaya):
Fabianus sangat peduli terhadap lingkungannya di Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat. Selain aktif di gereja, dia juga terlibat dalam kegiatan keagamaan lain serta aktif dalam kegiatan seni dan budaya, terutama musik etnik Dayak. Kontribusinya berfokus pada pelestarian budaya dan agama.
Dianisa (Bidang Inovasi Teknologi):
Dianisa telah menciptakan aplikasi khusus untuk bank sampah yang memungkinkan pemisahan sampah menjadi lebih efisien. Aplikasinya memungkinkan pengguna untuk memilih jenis sampah yang mereka setorkan, seperti kertas dan lain-lain. Upayanya dalam mengelola sampah diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Keempat peserta ini memperlihatkan dedikasi yang tinggi untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar mereka. Mereka adalah contoh nyata pemuda-pemuda berpotensi yang siap mewakili Kalimantan Timur dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 2023. Dalam ajang ini, mereka akan bersaing dengan pemuda-pemuda berprestasi dari seluruh Indonesia. (adv)
