BERANDA.CO – Hutan mangrove bukan sekadar deretan pepohonan yang tumbuh di pesisir. Di balik akarnya yang menjalar dan rimbunnya dedaunan, tersimpan harapan baru bagi lingkungan sekaligus masa depan masyarakat. Semangat itulah yang kini tumbuh di Ekowisata Mangrove Tambaksari, Karawang, setelah 15.000 mangrove kembali ditanam untuk memperkuat kawasan konservasi sekaligus mengembangkan wisata Karawang berbasis alam yang berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir melalui pembangunan rumah bibit mangrove, penanaman ribuan bibit baru, hingga penyediaan fasilitas edukasi yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata konservasi.
Selama Juli 2026, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam di kawasan tersebut. Jenis yang ditanam meliputi bakau (Rhizophora sp.) dan api-api (Avicennia sp.), dua spesies yang dikenal efektif menjaga garis pantai dari abrasi sekaligus menjadi habitat berbagai biota pesisir.
Upaya pelestarian itu tidak berhenti pada penanaman. AHM juga membangun rumah bibit sebagai pusat pembibitan, melengkapi kawasan dengan gerbang landmark, serta memasang papan edukasi agar masyarakat dan wisatawan dapat mengenal lebih dekat pentingnya ekosistem mangrove.
Dengan penambahan berbagai fasilitas tersebut, Ekowisata Mangrove Tambaksari diharapkan berkembang bukan hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi ruang belajar terbuka yang menghubungkan edukasi lingkungan dengan aktivitas wisata.
Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan.
Kepala Desa Tambaksari, Katam, menilai keberlanjutan program rehabilitasi mangrove memberikan dampak positif yang nyata bagi desanya.
“Menjaga kawasan mangrove adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran perusahaan yang peduli terhadap lingkungan pesisir menjadi modal penting untuk memastikan kawasan ini tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari dapat terus tumbuh sebagai kawasan konservasi yang membanggakan Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Karawang,” ungkap Katam.
Kolaborasi Lintas Generasi untuk Pesisir yang Lebih Lestari
Program rehabilitasi mangrove ini melibatkan lebih dari 80 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, hingga karyawan AHM yang tergabung dalam Synergy Content Creator Squad (SC Squad).
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendirian. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa aksi sederhana, seperti menanam mangrove, dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan ekosistem pesisir.
Bagi para pelajar yang ikut terlibat, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman langsung untuk memahami pentingnya menjaga alam.
“Menanam mangrove hari ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga lingkungan sekaligus menginspirasi generasi muda agar semakin peduli terhadap alam,” ujar Naysilla Nurfadillah, salah satu siswa SMAN 2 Cikampek yang terlibat dalam kegiatan.
21.400 Mangrove Kini Tumbuh di Tambaksari
Program yang dijalankan tahun ini merupakan kelanjutan dari rehabilitasi kawasan mangrove yang dimulai sejak tahun sebelumnya. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pembibitan, pemeliharaan, hingga pemberdayaan masyarakat agar manfaat konservasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Hingga kini, sebanyak 21.400 pohon mangrove telah tumbuh di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari. Pohon-pohon tersebut berfungsi sebagai benteng alami yang membantu menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Kawasan wisata yang lestari tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Karena itu, kami tidak hanya melanjutkan rehabilitasi mangrove, tetapi juga memperkuat pengembangan kawasan melalui sarana konservasi dan edukasi. Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari terus berkembang sebagai kawasan konservasi, pusat pembelajaran lingkungan, sekaligus destinasi wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Muhib.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Sejak 2012, perusahaan secara konsisten melaksanakan berbagai program penghijauan dan konservasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
