
BERANDA.CO, Samarinda — Literasi politik generasi mudadan partisipasi publik kembali mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono. Ia menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya kaum muda, terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara demi memperbaiki kualitas demokrasi di daerah.
Sapto mengatakan kemajuan demokrasi tidak dapat hanya bertumpu pada lembaga negara. Ia menilai, masyarakat sipil memiliki posisi strategis dalam memastikan pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel.
“Tugas memelihara demokrasi bukan hanya dilakukan oleh DPRD, tapi melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Sapto di Yens Delight Coffee, Pastry and Resto lantai 2, Jalan Ir. Juanda Nomor 6, Samarinda, pada Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, rendahnya literasi politik masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kurang memahami fungsi dan kedudukannya dalam sistem demokrasi. Ia menekankan bahwa pemenuhan hak warga negara tidak akan maksimal tanpa kesadaran menjalankan kewajiban sebagai bagian dari proses bernegara.
“Mahasiswa jangan lelah berikhtiar atau menjalankan kewajibannya, karena tanpa usaha, kesuksesan atau hak tidak dapat diraih,” jelasnya.
Sapto berharap generasi muda di Kaltim dapat lebih aktif terlibat dalam perubahan sosial dan tata kelola pemerintahan, baik melalui kritik konstruktif, riset kebijakan, hingga keterlibatan langsung dalam proses publik.
Ia menilai, partisipasi pemuda sangat menentukan arah pembangunan daerah agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak pada perbaikan kualitas demokrasi.
“Kita berharap generasi muda memahami peran strategisnya dalam menjaga demokrasi melalui partisipasi publik yang kritis, aktif, dan bermakna,” pungkasnya. (adv/red)