BERANDA.CO, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mengurangi tingkat stunting di Benua Etam dengan fokus pada prioritas pemenuhan gizi anak. Uzah Maria Ulfah, seorang Analis Gizi dari Dinkes Kaltim, menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini termasuk mempromosikan konsumsi pangan lokal yang kaya akan mikronutrien. Contohnya adalah ikan lele, telur, bawis, dan ikan tuna, yang dipilih berdasarkan kondisi daerah masing-masing.
“Setiap daerah memiliki makanan khasnya sendiri, seperti umbut rotan di Mahakam Ulu, Kami ingin memanfaatkan kekayaan pangan lokal ini untuk mencegah stunting,” ungkapnya.
Maria Ulfah menekankan bahwa variasi dalam menu makanan menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, penting untuk memberikan berbagai jenis makanan kepada anak-anak. Tujuannya adalah memastikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya sehat tetapi juga memberikan variasi yang memudahkan orang tua dalam memberi makan anak-anak.
Dia juga merujuk pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), yang menunjukkan korelasi yang signifikan antara masalah gizi anak-anak, terutama kasus underweight, dan tingginya kasus stunting.
“Masalah gizi masa lalu, seperti berat badan kurang dan kekurangan gizi, berpotensi memengaruhi masa depan anak-anak,” tambahnya.
Maria Ulfah juga menyoroti pentingnya kondisi berat badan yang optimal, terutama jika terdapat riwayat gizi buruk pada masa lalu, yang dapat berdampak besar pada pertumbuhan anak. Oleh karena itu, Dinkes Kaltim saat ini berfokus bukan hanya pada penanganan stunting yang sudah terjadi, tetapi juga pada pencegahannya.
“Kami percaya bahwa dengan memberikan perhatian khusus pada gizi optimal sejak dini, kita dapat mencegah masalah stunting sebelum terjadinya, sehingga memastikan pertumbuhan anak-anak yang sehat dan optimal,” pungkas Maria Ulfah. (adv)
