BERANDA.CO, Samarinda – Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Analis Kebijakan Ahli Muda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Sugeng Priyanto, mengungkapkan bahwa pengaturan personel di Pusdalops merupakan tugas yang kompleks, terutama ketika sumber daya manusia terbatas.
Menurut Sugeng Priyanto, regulasi yang diikuti oleh BPBD Kaltim adalah Peraturan Kepala (PK) tentang pedoman Pusdalops yang diterbitkan pada tahun 2000-an. PK ini mengamanatkan 16 posisi yang harus diisi oleh personel Pusdalops, termasuk manajer, supervisor, operator, dan administrasi. Namun, dengan pengurangan tenaga non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari 20 menjadi 8 orang, BPBD Kaltim menghadapi kendala dalam membagi tugas dan tanggung jawab.
“Permasalahan jumlah 8 itu kami jalan tetap 3 shift, masing-masing 2. Yang 2 off. 2 itu pun kalau ada kejadian, melayang ke lapangan. Habislah di sini yang mengatur,” terangnya.
Situasi ini mengharuskan personel yang tersedia untuk melakukan berbagai peran sekaligus, seperti tenaga evakuasi, tenaga penyelamatan, pengumpul informasi, dan lainnya. Sebagai contoh, Mako Pusdalops, yang seharusnya berfungsi sebagai pusat komunikasi informasi di lapangan melalui radio, juga harus berperan dalam peran lapangan yang lebih langsung.
Untuk mengatasi tantangan ini, BPBD Kaltim bekerja sama dengan relawan untuk mendukung aspek informasi dan mendapatkan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam hal sarana dan prasarana. Priyanto juga menyoroti perlengkapan yang ada, yang diberikan oleh BNPB, dan menyatakan perlunya pelatihan tambahan untuk mengoptimalkan penggunaan peralatan tersebut.
Situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh BPBD Kaltim dalam menjaga dan meningkatkan efektivitas Pusdalops, terutama ketika sumber daya manusia terbatas. Meskipun demikian, kerja sama dengan relawan dan dukungan dari BNPB telah membantu mengatasi sebagian dari kendala yang dihadapi oleh BPBD Kaltim dalam menghadapi bencana. “Memang peralatan-peralatan yang ada, kami didukung BNPB itu sangat dari sisi peralatan. Demikian dari jenis peralatan, harus kita pelatihan lagi. Ada bekal pelatihan,” tabdasnya. (adv)
