Home BERITA KALTIM Asap Karhutla Mengusik, Kolaborasi Lintas Sektor Turun Bagikan Masker

Asap Karhutla Mengusik, Kolaborasi Lintas Sektor Turun Bagikan Masker

0
Asap karhutla berdampak pada aktivitas warga. Primatelindo, NETME, IHGMA Kaltim dan BPBD membagikan masker serta vitamin. (Foto: Hen)

BERANDA.CO – Asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur menjadi perhatian di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berjalan. Merespons kondisi tersebut, Primatelindo, NETME, DPD IHGMA Kalimantan Timur dan BPBD Kota Samarinda berkolaborasi membagikan masker serta vitamin kepada pelajar dan masyarakat di kawasan Simpang Alaya.

Aksi sosial tersebut menyasar pelajar Sekolah Dasar 007, pengguna jalan hingga masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang terdampak asap, terutama bagi mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Ketua DPD IHGMA Kalimantan Timur, Hendri Kurniawan mengatakan keterlibatan organisasinya merupakan bagian dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat di tengah dampak asap karhutla Kaltim.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat. Ketika kondisi lingkungan memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, kita perlu hadir dan bergerak bersama. Masker dan vitamin yang kami bagikan merupakan bentuk kepedulian sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendri.

Saat Asap Datang, Kepedulian Ikut Bergerak

Menurut Hendri, persoalan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha, asosiasi profesi dan pemerintah dinilai penting untuk diperkuat.

“Kami mengapresiasi Primatelindo, NETME dan BPBD Kota Samarinda yang bersama-sama mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semangat kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat, karena persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi pembagian bantuan. Masyarakat juga diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara selama periode terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena aktivitas belajar dan mobilitas mereka tetap berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang terdampak.

Selain pelajar, masker dan vitamin juga diberikan kepada pengguna jalan serta masyarakat umum di sekitar Simpang Alaya.

BPBD Ikut Perkuat Kesiapsiagaan Warga

Kehadiran BPBD Kota Samarinda dalam kegiatan tersebut turut memperkuat pesan mengenai kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak bencana lingkungan.

Edukasi mengenai perlindungan diri menjadi bagian penting ketika kondisi udara terdampak asap. Masyarakat diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi tersebut berlangsung.

Bagi penyelenggara, pembagian masker dan vitamin merupakan bentuk respons sederhana yang dapat dilakukan bersama.

Kolaborasi antara Primatelindo, NETME, DPD IHGMA Kalimantan Timur dan BPBD Kota Samarinda juga menunjukkan bahwa penanganan dampak lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dunia usaha dan organisasi profesi dapat mengambil bagian melalui aksi sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Bukan Sekadar Bagi Masker

Kegiatan di Simpang Alaya tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pembagian masker dan vitamin.

Kolaborasi serupa diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat Samarinda.

Di tengah asap yang mengganggu aktivitas, pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana: masyarakat tidak harus menghadapi dampaknya sendirian.

Ketika berbagai pihak bergerak bersama, langkah kecil seperti membagikan masker dan vitamin dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli, sehat dan tangguh menghadapi kondisi lingkungan.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version