
BERANDA.CO, Samarinda – Polemik tentang aksi premanisme yang dikaitkan dengan keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali mencuat di ruang publik. Namun, Agus Suwandy, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, menilai perlu adanya pemisahan tegas antara tindakan individu dan citra lembaga.
“Tidak ada ormas yang melakukan premanisme, mereka hanya oknum,” tegas Agus Suwandy di Samarinda.
Legilator asal daerah pemilihan Samarinda ini juga menegaskan bahwa tidak satu pun ideologi, AD/ART, atau platform resmi ormas yang sah yang membenarkan praktik kekerasan, intimidasi, atau gaya premanisme. Ia mengajak publik untuk lebih adil dalam menyikapi isu-isu yang menyeret nama ormas.
“Jika ada perilaku menyimpang seperti kekerasan atau intimidasi, maka yang harus disorot adalah individu pelakunya, bukan institusinya,” ujarnya.
Dirinya menyayangkan bahwa tindakan segelintir individu yang menggunakan atribut ormas kerap memunculkan persepsi negatif terhadap organisasi yang pada dasarnya bertujuan sosial dan kemasyarakatan.
Ia menekankan bahwa organisasi yang telah terdaftar secara legal di negara berhak melakukan aktivitasnya, selama tidak melanggar hukum. Namun, jika ada ormas yang telah dilarang secara resmi, maka aktivitasnya harus dihentikan dan tidak boleh diberi ruang dalam bentuk apa pun.
“Selama kegiatan mereka sesuai hukum, maka harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi,” tambahnya.
Ia pun menyerukan masyarakat agar lebih bijak dan tidak gegabah dalam menggeneralisasi. Ia mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyimpulkan bahwa tindakan oknum mencerminkan sikap organisasi secara keseluruhan.
Sementara itu, kepada aparat penegak hukum, Fraksi Gerindra melalui Agus Suwandy mendorong agar penegakan hukum dilakukan tegas dan adil, tanpa pandang bulu, termasuk jika pelaku mengatasnamakan ormas tertentu. (adv/red)