spot_img

Samarinda Terus Kebanjiran, DPRD Kaltim Desak Kolam Retensi Baru Segera Dibangun

Banner DPRD Kaltim 2025

BERANDA.CO, Samarinda – Banjir yang terus menerus melanda Kota Samarinda kembali menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menilai bahwa penanganan yang dilakukan selama ini belum cukup efektif, terutama karena keterbatasan daya tampung kolam retensi di kawasan Lempake.

“Kolam retensi Lempake sudah overload. Baru sebentar hujan, air langsung meluap. Saat banjir bulan lalu, bendungan dibuka sedikit saja, langsung jebol,” ujar Subandi.

Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Samarinda, namun menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkot, Pemprov, dan pemerintah pusat dalam membangun infrastruktur penahan banjir baru.

Subandi mengusulkan pembangunan kolam retensi tambahan di kawasan Sungai Karamumus, tepatnya di atas Bandara APT Pranoto. Lokasi ini dinilai strategis karena menjadi hulu aliran air yang mengarah ke Lempake dan wilayah padat penduduk lainnya.

BACA JUGA  Harapan Warga Bontang Terkabul, SPAM Indominco Siap Operasi Agustus

“Kalau bisa ditahan sejak di hulu, aliran air ke pemukiman bisa dikendalikan. Ini lebih efisien dibanding terus membenahi daerah hilir saja,” jelasnya.

Terkait rencana Gubernur Kaltim melakukan pengerukan sedimen di Sungai Mahakam dan normalisasi sungai lainnya, Subandi menyambut baik. Namun, ia menilai program itu memerlukan waktu dan anggaran besar, sementara banjir adalah persoalan mendesak.

“Kita butuh solusi jangka pendek juga. Kolam retensi tambahan dan pelebaran drainase itu langkah cepat yang bisa langsung terasa manfaatnya,” tegasnya.

Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) belum lama ini, Subandi secara tegas menyampaikan usulan tersebut mewakili Komisi III DPRD Kaltim. Ia menekankan bahwa sebagai ibu kota provinsi, Samarinda harus menjadi prioritas utama dalam penanganan infrastruktur banjir.

BACA JUGA  Legislator Kaltim Soroti Prestasi Atlet Bulutangkis, Pasca-Gagal Raih Medali Emas di Asian Games 2023

“Kota ini pusat aktivitas birokrasi, ekonomi, dan sosial. Kalau terus kebanjiran, bukan hanya warga yang dirugikan, tapi juga pelayanan publik secara keseluruhan,” katanya.

Subandi pun mendesak agar penanganan banjir dilakukan secara sistematis dan berbasis rencana jangka panjang.

“Samarinda tak boleh terus menjadi korban setiap musim hujan. Ini harus jadi peringatan, bukan rutinitas,” tutupnya. (adv/red)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog