BERANDA.CO, Denpasar – Astra Motor memperingati ulang tahunnya yang ke-55 dengan langkah berkelanjutan yang menyentuh sisi sosial dan lingkungan. Bekerja sama dengan KarFa (Karya Difabel)—penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2022 tingkat Provinsi Bali—Astra Motor resmi mengoptimalkan pengelolaan limbah plastik menjadi produk kreatif ramah lingkungan.
Kolaborasi ini sejalan dengan pilar kontribusi sosial perusahaan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Acara peresmian yang digelar di Main Dealer Astra Motor Bali pada 22 Juli 2025 turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, penggagas KarFa I Made Aditiasthana, serta jajaran manajemen Astra Motor Head Office dan Astra Motor Bali.
Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai
Chief Executive Astra Motor, Robien Tony, menegaskan bahwa selama 55 tahun Astra Motor tidak hanya fokus pada pelayanan pelanggan, tetapi juga berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
“Melalui kolaborasi ini, sampah botol plastik dari jaringan dealer Astra Motor di Bali akan disalurkan kepada KarFa untuk diolah menjadi produk kreatif ramah lingkungan. Selain mendukung kelestarian lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas,” ujar Robien.
KarFa, yang diprakarsai oleh I Made Aditiasthana, telah lama dikenal sebagai inisiatif sosial yang memberdayakan penyandang disabilitas dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna, seperti meja, kursi, dan kerajinan tangan.
“Kolaborasi ini bukan hanya tentang daur ulang botol plastik. Ini tentang menjaga kelestarian lingkungan, mengubah tantangan menjadi peluang, dan menciptakan kesetaraan bagi seluruh potensi anak bangsa,” tambah Robien.
Astra Motor bahkan berkomitmen untuk membeli produk-produk hasil olahan KarFa untuk digunakan di seluruh jaringan Main Dealer Astra Motor Bali.
Sejalan dengan Astra Motor Sustainability Initiatives 2030
Kolaborasi ini merupakan bagian dari Astra Motor Sustainability Initiatives 2030 yang memiliki enam fokus utama, yaitu:
- Pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).
- Penggunaan energi terbarukan dalam operasional perusahaan.
- Efisiensi penggunaan air.
- Optimalisasi recycling dan recovery limbah padat.
- Pencapaian nihil kecelakaan kerja.
- Pengembangan masyarakat melalui community development.
Robien berharap, langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan kelompok masyarakat rentan.
“Mari bergerak bersama untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” tutupnya. (red)
