BERANDA.CO – Jemaah yang akan mengikuti kegiatan rutin di Musholla Arraudhah Sekumpul menjelang 5 Rajab 1448 H atau 2026 M diimbau memperhatikan aturan parkir, jalur kepulangan, serta arahan relawan. Ketentuan ini disiapkan untuk mendukung kelancaran lalu lintas, menjaga keamanan, dan memastikan kegiatan berlangsung khusyuk.
Dalam dokumen imbauan Tim Induk Sekumpul, jemaah diminta menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan dan mengikuti petunjuk petugas. Stiker kendaraan juga perlu dipasang sesuai ketentuan untuk membantu mengarahkan kendaraan menuju lokasi parkir dan jalur kepulangan.
“Parkirlah di lokasi parkir yang sudah disediakan relawan dan dilarang keluar jika sudah parkir,” demikian salah satu poin dalam imbauan bagi jemaah yang menggunakan kendaraan.
Dokumen tersebut juga mengingatkan jemaah agar mempersiapkan kondisi kendaraan sebelum berangkat serta beristirahat apabila lelah atau mengantuk. Jemaah diminta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan dan memastikan memperoleh tanda atau kartu parkir.
Kendaraan Roda Empat Diatur Keluar Bertahap
Pengaturan kepulangan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Kendaraan roda empat (R4) diminta tidak langsung keluar dari lokasi parkir setelah acara selesai.
“R4 tidak boleh keluar dari parkiran minimal 2 jam, dikarenakan untuk 1 jam pertama diutamakan bagi pejalan kaki, dan untuk 1 jam kedua diutamakan bagi R2 atau menunggu instruksi dari relawan yang berada pada tempat parkir tersebut,” demikian bunyi imbauan tersebut.
Pengaturan ini dimaksudkan agar arus kepulangan berlangsung bertahap, sehingga pejalan kaki dan pengguna sepeda motor mendapat kesempatan lebih dahulu untuk meninggalkan kawasan.
Jemaah juga diminta mengikuti arahan relawan, memperhatikan rambu dan petunjuk arah, serta memastikan anggota rombongan dan barang bawaan tidak tertinggal sebelum meninggalkan lokasi parkir.
Jalan Ahmad Yani Disiapkan untuk Arus Satu Arah
Tim Induk Sekumpul turut mengingatkan pengguna jalan umum agar memperhatikan rekayasa lalu lintas selama kepulangan jemaah. Pengguna jalan yang tidak berkepentingan di kawasan kegiatan dianjurkan mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.
Dalam dokumen tersebut disebutkan, “Semua lajur akan dilakukan satu arah (one way), sehingga pengguna jalan umum yang berlawanan arah diminta untuk bertahan atau mencari jalan alternatif agar tidak bertemu dengan arus kepulangan jemaah.”
Pengaturan tersebut terutama berlaku pada Jalan Ahmad Yani, dari Martapura menuju Banjarmasin dan dari Martapura menuju Hulu Sungai, sesuai skema arus kepulangan yang tercantum dalam imbauan.
Masyarakat diminta mengikuti arahan relawan dan aparat yang bertugas di lapangan agar perjalanan tetap tertib dan aman.
Dapur Umum Diminta Tidak Beroperasi di Luar Kemampuan
Imbauan juga mengatur warga yang mendirikan dapur umum untuk menyediakan konsumsi bagi jemaah. Pengelola diminta berkoordinasi dengan Tim Induk Sekumpul, Tim Zona, atau posko terdekat serta menyesuaikan jumlah makanan dengan kemampuan dana, tenaga, dan lokasi pembagian.
“Jangan memaksakan jumlah memasak di luar kemampuan (finansial, tenaga dan area tempat membagikan konsumsi),” demikian bunyi salah satu ketentuan bagi pengelola dapur umum.
Distribusi makanan diharapkan merata dan mengutamakan wilayah sekitar dapur. Pengelola juga diwajibkan menjaga kualitas makanan agar tetap layak dikonsumsi ketika dibagikan kepada jemaah.
Selain itu, dokumen melarang pengelola mengambil keuntungan dari kegiatan, melakukan penggalangan dana secara terbuka, atau menjadikan aktivitas dapur umum sebagai konten di media apa pun.
Jemaah Diminta Menjaga Kebersihan
Selain mematuhi aturan lalu lintas, jemaah diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sampah harus dibawa pulang atau dibuang ke tempat yang telah disediakan.
Imbauan tersebut menekankan prinsip “Datang Barasih Bulik Barasih” sebagai pengingat agar jemaah tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan selesai.
Bagi jemaah yang membawa anak-anak atau anggota keluarga lanjut usia, tanda pengenal berisi nomor telepon dianjurkan untuk memudahkan relawan apabila mereka terpisah dari rombongan.
Jemaah dari wilayah yang relatif dekat, seperti Banjarbaru dan Martapura, juga diimbau berjalan kaki apabila memungkinkan untuk membantu mengurangi kepadatan kendaraan dan keterbatasan lokasi parkir.
Melalui imbauan tersebut, Tim Induk Sekumpul meminta jemaah, warga, relawan, dan pengguna jalan bekerja sama menjaga kelancaran, keamanan, kebersihan, serta kekhusyukan kegiatan menjelang 5 Rajab 1448 H.
(red)


