spot_img

11 Tahun LMP Samarinda Bertahan Tanpa Hibah

BERANDA.CO – LMP Samarinda atau Laskar Merah Putih Markas Cabang Kota Samarinda memilih menjalankan roda organisasi secara mandiri tanpa mengajukan dana hibah pemerintah. Sikap tersebut ditegaskan Ketua LMP Samarinda, Dwi Ferdhian, sebagai bentuk komitmen menjaga kemandirian organisasi dan memperkuat nilai kebersamaan.

Dwi mengukapkan keputusan tersebut bukan berarti organisasi menjauh dari pemerintah. Sebaliknya, Laskar Merah Putih Samarinda tetap berkomitmen membangun hubungan baik dan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Itu aja, kami tetap bersinergi dengan pemerintah. Kami ingin menunjukkan kepada teman-teman bahwa tanpa dana hibah pun organisasi tetap bisa berjalan,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Menurutnya, keberadaan organisasi tidak semata-mata bergantung pada dukungan anggaran, melainkan pada semangat gotong royong antaranggota. Ia menilai kekuatan utama organisasi berada pada rasa saling membantu dan kebersamaan.

BACA JUGA  Ketua BK DPRD Kaltim Tegaskan Prosedur Tegas atas Aduan Etik Anggota Dewan

“Organisasi itu adalah saling tolong-menolong, dan kebersamaan itu lebih utama,” katanya.

Dwi menjelaskan, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Laskar Merah Putih merupakan organisasi yang memiliki prinsip mandiri dan independen. Karena itu, selama 11 tahun kepemimpinannya di Markas Cabang LMP Samarinda, pihaknya belum pernah mengajukan permohonan bantuan hibah kepada pemerintah.

“LMP menurut AD/ART organisasi sifatnya mandiri dan independen. Selama 11 tahun kepemimpinan saya, memang belum mau meminta hibah kepada pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keputusan untuk berjalan tanpa dana hibah pemerintah merupakan pilihan organisasi agar tetap mampu menunjukkan eksistensi melalui kerja nyata dan partisipasi anggota.

Dwi berharap sikap tersebut dapat menjadi contoh bahwa sebuah organisasi tetap dapat berkembang melalui solidaritas internal, kepedulian sosial, serta hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemerintah.

BACA JUGA  DPRD Kaltim Soroti Kesenjangan Insentif Pengawas Madrasah

“Kami jalani saja apa adanya terlebih dahulu. Yang terpenting organisasi tetap berjalan dan memberikan manfaat,” pungkasnya.

(Abe)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog