Home ASTRA MOTOR KALTIM Safety Riding Camp 2026: 53 Duta Keselamatan Berkendara Tempa Skill Jadi Agen...

Safety Riding Camp 2026: 53 Duta Keselamatan Berkendara Tempa Skill Jadi Agen Perubahan

0
Safety Riding Camp 2026 mempertemukan 53 Duta Keselamatan Berkendara terbaik. (FOTO: Esti)

BERANDA.CO, Samarinda – Bagi sebagian orang, keselamatan berkendara mungkin hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Namun bagi puluhan guru, pelajar, dan mahasiswa yang berkumpul dalam Safety Riding Camp 2026, maknanya jauh lebih besar. Mereka datang membawa satu tujuan yang sama: menjadi penyebar budaya keselamatan berkendara melalui gerakan #Cari_aman, sekaligus memperkuat peran sebagai Duta Keselamatan Berkendara binaan Yayasan Astra Honda Motor.

Selama tiga hari, Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, berubah menjadi ruang belajar yang mempertemukan para pegiat keselamatan berkendara dari berbagai penjuru Indonesia. Di tempat inilah Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) kembali menggelar Safety Riding Camp (SRC) 2026, sebuah program yang tidak sekadar mencari peserta terbaik, tetapi juga menyiapkan agen perubahan yang siap membawa pesan keselamatan ke lingkungan masing-masing.

Sebanyak 53 peserta terbaik berhasil melangkah ke babak final setelah melewati proses seleksi regional yang diikuti 128 peserta sejak April 2026. Mengusung tema “Keep The Good Vibes with #Cari_aman”, seleksi tersebut menjaring peserta dari berbagai latar belakang.

Mereka terdiri atas 36 duta siswa dan guru SMA/sederajat dari enam Safety Riding Lab Astra Honda, sembilan mahasiswa dari Universitas Jember dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta delapan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berasal dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.

Atmosfer kompetisi terasa, namun semangat berbagi pengetahuan justru menjadi warna utama selama kegiatan berlangsung. Setiap peserta memperoleh kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai strategi mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan.

Salah seorang peserta, Nicholas Larhaine Prayitno Putro dari Universitas Jember, mengaku pengalaman mengikuti kegiatan tersebut menjadi bekal berharga untuk menjalankan perannya di masyarakat.

“Saya bersyukur dapat mengikuti Safety Riding Camp dan mendapatkan kesempatan belajar bersama para duta dari berbagai daerah. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat agar berkendara dengan aman,” ujar Nicholas Larhaine.

Belajar Membaca Risiko Hingga Menyelamatkan Korban

Pembelajaran dalam Safety Riding Camp tidak berhenti pada teori berlalu lintas atau praktik berkendara. Peserta juga dibekali kemampuan mengenali potensi bahaya di jalan, melakukan simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), mengasah teknik komunikasi agar lebih efektif saat memberikan edukasi, hingga mengikuti pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Pendekatan yang diterapkan pun disesuaikan dengan karakter peserta. Khusus bagi guru PAUD, materi keselamatan dikemas melalui metode mendongeng sehingga lebih mudah dipahami dan diteruskan kepada anak-anak sejak usia dini.

Sebagai bentuk apresiasi, Yayasan AHM juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik yang dinilai memiliki kompetensi sekaligus komitmen tinggi dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara.

Bagi Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin, ukuran keberhasilan program tersebut bukanlah jumlah pemenang yang dihasilkan setiap tahun, melainkan sejauh mana pesan keselamatan mampu mengubah perilaku masyarakat.

“Setiap duta keselamatan berkendara memiliki peran sebagai agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi mereka agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan dengan menghadirkan edukasi keselamatan melalui berbagai metode yang mudah diakses dan dimengerti sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.” tandas Muhib.

Selain penyelenggaraan Safety Riding Camp, semangat membangun budaya keselamatan juga diperluas melalui program Sekolah Satu Hati binaan Astra Honda Motor yang melibatkan 43 siswa dan guru SMA/sederajat. Mereka dipersiapkan menjadi generasi yang bukan hanya memahami pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga mampu mengajak orang lain menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak gerakan tersebut mulai terlihat. Hingga kini, para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda telah mengedukasi lebih dari 11.857 masyarakat melalui pelatihan teori maupun praktik keselamatan berkendara.

Di ranah digital, pesan keselamatan juga terus diperluas. Sejak 2025, para duta telah menghasilkan sekitar 600 konten edukasi yang berhasil menjangkau lebih dari 519.819 tayangan. Angka tersebut menunjukkan bahwa kampanye keselamatan tidak lagi terbatas di ruang kelas atau lintasan pelatihan, tetapi telah berkembang menjadi gerakan digital yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui Safety Riding Camp 2026, Yayasan AHM kembali menegaskan bahwa membangun budaya berkendara yang aman bukanlah pekerjaan satu pihak semata. Dibutuhkan kolaborasi, konsistensi, dan kehadiran para agen perubahan yang mampu menanamkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan dimulai dari setiap individu. (adv/red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version