Smelter Nikel
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin.

BERANDA.COAnggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin, meminta Pemprov Kaltim melalui Disnakertrans Kaltim, mengevaluasi proses perekrutan tenaga kerja asing di smelter nikel yang sudah dimulai pengerjaannya di Pendingin, Sangasanga, Kukar.

Di pabrik tersebut, kata Salehuddin, ada sekira 161 orang tenaga kerja asing asal Tiongkok. Ratusan tenaga kerja tersebut bahkan belum terkonfirmasi oleh dinas terkait, terutama terkait syarat administrasi yang diperlukan bekerja di Indonesia.

“Kami pernah melakukan kunjungan ke perusahaan smelter di Pendingin, di sana itu ada 161 orang tenaga kerja dari China, itu belum terkonfirmasi oleh dinas yang bersangkutan terkait kelengkapan administrasinya,” ucapnya.

Persoalan tersebut, tegas dia, perlu adanya penyikapan serius dari Disnakertrans Kaltim, terutama mengevaluasi kembali terkait kelengkapan administrasi yang diperlukan.

BACA JUGA  Aktivitas Tambang Ilegal Gunakan Jalan Nasional dan Kabupaten

“Ini harus disikapi secara serius, baik itu kelengkapan administrasinya, mekanismenya seperti apa, kemudian tahapan-tahapannya, jadi semua harus jelas,” ujar politikus Partai Golongan ini.

Menurut legislator asal Kukar ini, kelengkapan administrasi ketenagakerjaan tentu sangat penting dibutuhkan, terutama tenaga kerja asing.

“Kita harapkan dinas terkait perlu melakukan pembenahan terutama terkait administrasi itu tadi. Apalagi pabrik nikel itu kan investasi yang memberikan keuntungan yang besar juga bagi daerah,” tutupnya. (adv)

Facebook Comments Box