Home DINKES KALTIM Dinkes Kaltim Genjot Transformasi Layanan Primer untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Dinkes Kaltim Genjot Transformasi Layanan Primer untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan

0
Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin.

BERANDA.CO, Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif di seluruh fasilitas layanan primer. Hal ini diwujudkan melalui transformasi layanan primer dengan menerapkan konsep kewilayahan, berfokus pada pendekatan siklus hidup, serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan hingga ke tingkat dusun.

“Transformasi layanan primer yang akan dijalankan menerapkan konsep kewilayahan difokuskan pada pendekatan siklus hidup serta mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ke tingkat dusun,” kata Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin.

Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Dinkes Kaltim ini, menjelaskan bahwa fokus dari transformasi layanan primer adalah siklus hidup, yang juga menjadi titik pusat dari integrasi pelayanan kesehatan. Dengan adanya integrasi ini, berbagai pelayanan kesehatan masyarakat yang esensial akan dikoordinasikan, menciptakan pelayanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan berkualitas.

Ia pun menambahkan bahwa integrasi layanan primer merupakan tahap penting dalam transformasi ini. Tahap pertama melibatkan edukasi penduduk dan tokoh masyarakat, diikuti oleh tahap pencegahan primer dengan penambahan program imunisasi rutin. Tahap ketiga mencakup penyaringan 14 penyakit dengan tingkat kematian tertinggi, dan tahap keempat melibatkan peningkatan kapasitas dan kapabilitas melalui revitalisasi jejaring, standarisasi layanan di puskesmas, posyandu, dan kunjungan ke rumah.

“Yang terakhir adalah integrasi layanan primer yang bermutu dan mudah diakses oleh masyarakat,” tandasnya.

Meskipun pun demikian, dr Jaya MUalimin menyampaikan transformasi layanan primer menawarkan potensi peningkatan signifikan dalam pelayanan kesehatan, Jaya juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi. Ini termasuk masalah capacity building, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang tersedia, kerja sama lintas sektoral yang belum optimal, pemberdayaan masyarakat dan tokoh masyarakat, perubahan kebijakan dan strategi, serta permasalahan manajemen dan regulasi.

Adapun dari segi regulasi, dr Jaya Mualimin menyatakan perlunya tinjauan kembali terhadap Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 43 tahun 2019 tentang puskesmas, yang mengatur integrasi layanan primer di dalamnya. (adv)

 

Facebook Comments Box
Exit mobile version