BERANDA.CO, Barcelona – Barcelona sore itu bergemuruh. Di tengah deru mesin dan sorak ribuan penonton, bendera merah putih berkibar gagah di langit Eropa. Lagu Indonesia Raya menggema, menembus langit Circuit de Barcelona-Catalunya. Di atas podium, seorang remaja 15 tahun berdiri tegak — M. Kiandra Ramadhipa, putra Sleman, Yogyakarta, yang baru saja menaklukkan dunia dengan kecepatan dan keyakinannya.
Balapan European Talent Cup (ETC) itu tak biasa. Ramadhipa start dari posisi ke-24 — posisi yang nyaris mustahil untuk meraih kemenangan. Semua berawal dari penalti di sesi kualifikasi. Namun, di lintasan sepanjang 4,6 kilometer itu, ia menunjukkan bahwa semangat juang tak bisa dihitung dengan angka.
Lap demi lap, Ramadhipa menyalip satu per satu pebalap. Detik demi detik, ia merangkak naik, hingga memasuki 10 besar. “Saya hanya berpikir satu hal — jangan menyerah,” kenangnya usai balapan. Empat lap terakhir menjadi panggung ketegangan. Dengan motor Honda NSF250R, ia menembus angin dan waktu.
Hingga akhirnya, garis finis. Selisihnya? Hanya 0,007 detik. Tapi cukup untuk mengubah sejarah.
“Alhamdulillah, ini untuk Indonesia dan keluarga, Astra Honda Racing Team, serta Junior Talent Team. Terima kasih sudah bekerja sangat baik minggu ini,” ucapnya dikutip dari Astra Honda Motor.
Kemenangan itu bukan hanya untuk tim, tapi juga untuk bangsa. Di tengah dominasi Eropa, seorang anak muda dari Sleman membuat dunia menoleh.
Veda Ega Pratama: Konsistensi Adalah Kemenangan yang Tak Terlihat
Di lintasan lain, Veda Ega Pratama — remaja asal Gunungkidul yang juga memperkuat Astra Honda Racing Team (AHRT) — membuktikan bahwa kemenangan bukan selalu soal podium, tapi tentang konsistensi dan keteguhan.
Start dari posisi kelima, Veda tampil stabil dan fokus di dua race kelas JuniorGP Moto3. Dalam Race 1, ia finis keenam setelah pertarungan sengit di grup terdepan. Sementara di Race 2, sempat melesat ke posisi kedua sebelum balapan dihentikan lebih awal akibat insiden.
“Kami menjalani dua balapan yang sulit, tapi tetap finis di grup depan dan meraih poin penting. Banyak pelajaran dari akhir pekan ini, terutama beradaptasi dengan trek baru. Di Valencia nanti, saya ingin menutup musim dengan hasil terbaik untuk tim,” ujar Veda seusai balapan.
Dengan tambahan poin berharga, Veda kini mengoleksi 64 poin, menempati peringkat ke-11 klasemen sementara JuniorGP 2025.
Astra Honda: Dari Pembinaan ke Panggung Dunia
Kemenangan dan konsistensi dua pebalap muda ini bukan sekadar hasil kerja keras pribadi. Ini adalah buah dari sistem pembinaan berjenjang PT Astra Honda Motor (AHM) yang telah mencetak banyak talenta balap internasional.
“Kemenangan Ramadhipa dan konsistensi Veda menunjukkan bagaimana proses pembinaan berkelanjutan membentuk karakter dan kemampuan pebalap muda Indonesia untuk bersaing di level dunia. Kami sangat bangga melihat perjuangan mereka di lintasan balap dan semangat untuk terus mengharumkan nama bangsa,” kata General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya.
Menuju Valencia: Babak Akhir yang Dinanti
FIM JuniorGP World Championship 2025 belum usai. Putaran terakhir akan berlangsung di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, akhir November mendatang. Ramadhipa dan Veda kembali bersiap menutup musim dengan hasil terbaik. (red)
